Showing posts with label asep nurjamin. Show all posts
Showing posts with label asep nurjamin. Show all posts

Wednesday, May 6, 2020

Sajak:

SENJA DI MARGAWATI
Asep Nurjamin

Demikian cepat pergi,
senja di margawati,
angin hanya lalu,
lembayung ungu segera tersapu hitam malam,
kemudian berlalu,
secepat kedipan,
senja hanya meninggalkan kesan,
bahwa aku telah kehilangan.

Wednesday, April 29, 2020

Sajak: Sepanjang Jalan Ini



SEPANJANG JALAN INI
Asep Nurjamin 



sepanjang jalan ini kita kehilangan kata-kata

setelah mengalahkan jarak

di antara sawah, kebun, dan bukit kecil

napas tak memberi kita kesempatan

hanya terengah

jalan kian menanjak



Kubiarkan kaumemandang ke belakang

sawah, kebun, dan bukit kecil yang kita lewati itu

ada sebaris kata-kata yang tak mungkin lagi kuucapkan padamu


Di antara sawah, kebun, dan bukit kecil yang kita lewati itu

ada serangkaian kenang-kenangan yang tak mungkin kita lupakan

di antara sawah, kebun, dan bukit kecil yang baru saja kita lewati itu

matahari kian cepat berjalan menuju senja

seperti mata kita yang kian rabun

Saturday, April 18, 2020

Cerpen Kecil: Televisi Berangan-Angan Terbang




TELEVISI BERANGAN-ANGAN TERBANG

Karya: Asep Nurjamin

Telah dikisahkan setiap peristiwa. Telah digambarkan semua keadaan. Tapi laki-laki itu masih tetap di situ, duduk hidmat menghadapinya. Televisi telah mencari cara untuk membuat laki-laki itu pergi, secara halus, bahkan secara kasar. Dengan memasang iklan yang banyak dan panjang bahkan dengan gambar yang diburamkan.

Aneh, laki-laki itu malah menikmati semuanya. Gambar dalam iklan, nyanyian pelengkap iklan, sampai pembicara yang bodoh, nekad, sok tahu dan membosankan semuanya dilahap dan dinikmati bak orang kelaparan.

Televisi nyaris kehabisan akal. Ditayangkanlah berita yang penuh kebohongan, dihiasi opini yang sangat subjektif, dan kecenderungan pribadi. Tapi laki laki itu kembali melahapnya, bahkan menilainya sebagai fakta kebenaran.

Ketika televisi menyuguhkan sinetron, fiksi yang dikemas sebagai sebuah kenyataan, dia nikmati dan jadikan tuntunan. Dia tiru laku tokohnya yang hakikatnya hanya hidup di ruang imajinasi.

Televisi terus berangan-angan dan terbang  bersama laki-laki yang telah bersumpah setia sampai titik darah penghabisan.


@salam dari Asep Nurjamin di Bumi Guntur Melati

SALAH TULIS

Hermawan Aksan wartawan Tribun Jabar KITA biasa menyebutnya typo, dari istilah typographical error. Maknanya, kesalahan ketik atau salah ket...